:: Benarkah? ::
Aku tahu ini bukan mimpi, aku menghadapi nyata yang tak seperti biasa. Bangun tidur di pagi hari dan menyadari bahwa sesuatu telah hilang dari hatiku. Aku tak mau muna, perih itu masih ada, setiap kali hening menyapa...film yang tergarap selama 7 tahun lebih terputar. Memang tak selalu bahagia, tapi selalu ada arti dalam setiap fase yang sudah terlewati.
Ketika egoisku datang, protes ingin kulayangkan. Tapi hubungan ini milik aku dan dia, bukan aku saja. Keputusan ini bukan dari aku saja, dia juga. Ini sudah hari ke-9 aku menjalani hari yang berbeda, syukurlah aku mampu bertahan. Satu yang kusadari, bahwa hidupku harus tetap berjalan, melangkah ke depan. Untukku saat ini, berharap sudah cukup. Ya, berharap supaya aku bisa melewati hariku ke depan dengan baik. Aku tak mau, aku sudah tak mau meneteskan air mata kesedihan toh perpisahan yang ada bukan karena hilang rasa.
Aku hanya punya bekal keyakinan bahwa akan ada jalan untukku bahagia, karena beban berat di hati tak mungkin kupikul seterusnya. Ini saatnya, saat di mana aku harus membuka mata, saat untuk merenungkan kembali perjalanan cintaku, saat di mana aku harus benar2 introspeksi diri (ternyata...banyak sekali yang kurang dariku), saat di mana semua kata dari mulutku malah berbalik (aku yang biasanya menenangkan 'klien', malah butuh ditenangkan, hehehe).
Benarkah cinta tak harus memiliki? Benarkah demi bahagia orang yang kita cinta, pengorbanan harus ada? Benarkah aku bisa kuat karena cinta? Benarkah cinta akan membawanya kembali atau benarkah dia bisa terganti? Benarkah rasaku sudah membeku atau benarkah aku bisa merasakannya lagi?
Aku akan menjalaninya, aku akan tahu kebenarannya seiring dengan langkahku ke depan. Terimakasih atas pelajaran yang sangat berharga, semoga bisa membuatku jadi lebih dewasa...

Recent Comments